Seseorang telah melemparkan benih bunga sembarangan di taman saya, dan membuat saya kerepotan membersihkan taman saya ini. Karena saya takut benih - benih itu akan tumbuh di taman saya yang telah ditumbuhi bunga - bunga cantik terlebih dahulu. Namun sayang, ada beberapa bunga kecil orang itu yang sudah mulai tumbuh dan mekar di taman saya. Bagaimana ini? Apa yang harus saya lakukan pada bunga kecil yang mulai lucu itu? Lalu bagaimana dengan bunga - bunga terdahulu? Ohh... :(
Kamis, 05 Maret 2015
Rabu, 31 Desember 2014
Beyond The Blackboard
Guru, pekerjaan yang dicita -
citakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia
menganggap profesi guru adalah profesi yang paling mudah untuk dijalankan.
Bahkan tak sedikit orang menyepelekan profesi ini. Berikut akan kami sampaikan
sebuah resensi yang akan mengubah persepsi salah tentang guru.
Diceritakan
seorang wanita bernama Stacey. Sejak kecil dia sangat menyukai sekolah. Hingga
pada akhirnya dia lulus dari sekolah tinggi kependidikan. Lalu dia melamar
menjadi seorang guru. Namun oleh lembaga pendidikan, dia disalurkan ke sebuah
tempat penampungan kumuh yang membutuhkan seorang guru.
Kondisi
tempat penampungan tidak sebaik yang telah dia bayangkan. Begitu kumuh dan
dengan keadaan lingkungan yang memprihatinkan karena tidak adanya sarana
pendukung kegiatan belajar mengajar. Siswa - siswa di tempat itu pun tidak
dibedakan kelas pendidikannya, juga sifat liar dan seenaknya sendiri yang
dimiliki para siswa. Selain itu, saat kereta api lewat akan membuat ruang kelas
juga ikut bergoyang seperti terkena gempa.
Keadaan tersebut membuat Stacey stress dan hampir putus asa.
Stacey
saat itu memiliki dua anak dan seorang suami yang selalu menyemangatinya. Dan
dia berpikir jangan sampai memberi contoh jelek kepada anak - anaknya sendiri.
Akhirnya dengan dorongan semangat suaminya dia mulai menata sendiri ruang
kelas. Dan perlahan siswa - siswa serta orang tuanya berubah pendirian. Mereka
mulai menyukai Stacey dan turut serta membantunya. Hal itu menambah semangat
Stacey untuk memperbaiki keadaan kelas, baik tempat maupun sistem mengajar.
Sehingga dia berhasil mendapat hati siswa dan orang tua siswa. Bahkan dia juga
berhasil mengubah keadaan lingkungan sekitar tempat penampungan.
Bercita - cita ingin menjadi guru?
Berarti Anda wajib menonton film inspiratif ini. Menjadi seorang guru bukan
hanya memerlukan keahlian khusus atau pengalaman saja, tetapi juga keikhlasan
membantu sesama, tanggungjawab serta kerja keras. Semangat, ya para calon
pendidik sejati.
KECINTAANKU
PESONA PURWOREJO
A : Purworejo itu kota mati.
B : Mengapa kau berkata seperti itu,
padahal kau baru beberapa tahun di Purworejo.
A : Sekarang sebutkan apa yang bisa membuat
Purworejo tidak dijuluki kota mati!
Julukan
Purworejo bukan kota mati. Purworejo adalah kota Pramuka dan kota Pensiun.
Jangan hanya karena Purworejo tidak memiliki arena hiburan yang buka sampai
malam, kita bebas mengatakan Purworejo adalah kota mati. Karena kamu tidak akan
menyesal jika melihat keindahan Purworejo seutuhnya.
Disebut kota
pensiun karena kebanyakan remaja Purworejo setelah lulus dari SMA / SMK lalu
melanjutkan bekerja atau melanjutkan pendidikan di luar kota. Dan mereka akan
kembali lagi ke Purworejo setelah tua. Padahal Purworejo adalah kota yang indah
dan penuh dengan segala potensi yang sayangnya tidak diketahui banyak orang.
Jika diibaratkan, Purworejo itu seperti sebuah manggis : kecil, mungil namun
memiliki banyak kejutan.
1. Pantai
a. Jatimalang
Terletak di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi yang
berjarak 18 km dari pusat kota Purworejo. Pantai Jatimalang merupakan wisata
alam yag sangat menarik dengan suguhan hamparan laut Samudera Hindia atau
Pantai Laut Selatan. Di sini terdapat pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan,
sehingga apabila kita membeli di sini akan jauh lebih murah. Di Pantai
Jatimalang juga menyediakan berbagai macam makanan hasil olahan laut yang tentu
saja harganya terjangkau.
b. Ketawang
Terletak di Desa Harjobinangun dan Desa Ketawang,
Kecamatan Grabag yang berjarak sekitar 24 km dari pusat kota Purworejo. Pantai
Ketawang merupakan pantai yag masih alami dengan perpaduan indahnya deburan
ombak laut selatan, berbibir pantai luas dan hamparan pasir yang lembut. Pada
momen - momen tertentu Pemda setempat menggelar acara lomba pacuan kuda dan
balap motor (racing) di pantai ini.
c. Kaburuhan
Terletak di Desa Kaburuhan, Kecamatan Ngombol, letaknya
berseberangan dengan Pantai Pasir Puncu yang ada di Kecamatan Grabag. Suasana
di pantai ini cukup bersih dan di pantai ini wisatawan akan disuguhi
pemandangan pantai yang indah seperti matahari terbenam . Namun pantai ini dilarang untuk mandi karena ombaknya
cukup berbahaya bagi para wisatawan yang ingin mandi di pantai.
2. Desa
Wisata
a. Desa
Karangrejo
Berada di kecamatan Loano, terletak di tepi sungai
Bogowonto dengan penduduk sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.
Desa Karangrejo yang telah mencanangkan sebagai Ekowisata, akan tetapi belum
optimal dalam melakukan action sehingga tema ekowisata belum belum memberikan kontribusi
ekonomis terhadap masyarakat. Potensi serta daya tarik wisata, di antaranya :
panjat tebing Watu Sumurup, Hutan Rakyat, Makam Silencu, Jembatan Goyang
Tempuran Mas, Cagar Budaya Gapuro Kuno 1913, Camping Ground dan aneka atraksi
wisata lainnya (wisata alam, wisata seni dan budaya, wisata pendidikan, wisata
ziarah, dan wisata konservasi).
b. Desa
Somongari
Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Kaligesing yang
terletak di Lembah Pegunungan Menoreh, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai
petani. Desa ini juga desa di mana W.R. Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya
dilahirkan. Desa yang berjarak kurang lebih 13 km dari pusat kota Purworejo.
c. Kasumo
Asri, Mayungsari, Bener
Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Bener berbatasan
dengan Kabupaten Magelang yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian
sebagai petani. Di desa ini terdapat
areal milik Perhutani dan telah dijadikan Taman Wisata Alam dan Pendidikan.
d. Desa
Jatimalang
Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi,
mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Selain pantai, desa
ini juga memiliki paket wisata bahari, wisata pendidikan, wisata mystical,
wisata kuliner,dan wisata konservasi pantai.
e. Desa
Keburuhan
Desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Ngombol ini,
mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Desa ini
memiliki destinasi pariwisata kelautan dan view
alam yang menarik, keindahan pantainya dikenal dengan nama Pantai Pasir Puncu.
f.
Desa Ketawangrejo
Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Grabag, desa yag
memiliki berbagai potensi ini sangat strategis dan mudah dikunjungi dengan
berbagai alat informasi. Keanekaragaman potensinya meliputi pantai, hutan,
arsitektur bangunan, industry rumah tangga dan lain sebagainya.
g. Desa
Wirun
Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Kutoarjo memiliki
aneka potensi seni dan dan kerajinan. Kerajinan yang terkenal di desa ini
adalah kerajinan sangkar burung.
h. Desa
Donorejo
Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Kaligesing pada
ketinggian 700 dpl, memiliki aneka potensi dan daya tarik wisata alam, di antaranya
adalah Goa Seplawan.
3. Curug
a. Curug
Siklotok
Terletak di desa Kaligono Kecamatan Kaligesing.
Berkunjung ke curug ini wisatawan akan disuguhkan keindahan tiga tingkat air
terjun. Tingkat pertama dengan ketinggian kurang lebih 30 m bernama curug siklotok,
tingkat kedua yang berada 10 m di atasnya tidak memiliki nama. Lalu paling atas
adalah curug silangit dengan ketinggian sedikitnya 60 m.
b. Curug
Muncar
Terletak di desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno mungkin
kurang dikenal karena berada di pegunungan dan letaknya cukup terpencil. Untuk
mencapai desa ini diperlukan waktu sekitar 40 menit dari Kutoarjo. Medan yang
ditempuh untuk menuju objek ini memang sedikit menantang, dengan jalan yang
berliku - liku dan rusak. Namun desa ini menawarkan panorama yang masih asri.
4. Museum
Tosan Aji
Terletak di Jalan Mayjend Sutoyo, sebelah selatan alun -
alun Purworejo. Di museum ini tersimpan berbagai macam benda - benda cagar
budaya, seperti keris, tombak, dan lain sebagainya.
5. Masjid
Agung (Masjid Darul Muttaqin)
Masjid ini sangat terkenal karena adanya bedug Kyai
Bagelen atau bedug Pendowo yang
merupakan bedug terbesar di dunia. Dikatakan terbesar karena bedug ini dibuat
dibuat dari kayu gelonggongan utuh tanpa sambungan. Bedug ini memiliki panjang
292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter
bagian depan 194 cm, dan diameter bagian belakang 180 cm.
6. Bangunan
Cagar Budaya
Saat Anda memasuki Kabupaten Purworejo, Anda akan melihat
banyak bangunan - bangunan bergaya Belanda menghiasi Kabupaten ini. Mulai dari
bangunan sekolah, kantor - kantor hingga Stasiun Kereta Api Purworejo.
7. Perbukitan
Geger Menjangan
Dari bukit ini kita bisa memandang landscape kota
Purworejo dari ketinggian. Di atas bukit ini terdapat gardu pandang untuk
tempat istirahat dan menikmati pemandangan alam Purworejo yang cukup luas. Di
dekat Geger Menjangan sendiri juga terdapat makam Kyai Imam Puro yang diyakini
sebagai salah satu tokoh yang besar andilnya dalam sejarah keberadaan
Purworejo.
8. Goa
Seplawan
Goa Seplawan terletak di gugusan bukit Menoreh perbatasan
Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Desa Donorejo,
Kecamatan Kaligesing. Goa ini merupakan
peninggalan sejarah masa lalu terbukti dengan ditemukannya sebuah arca emas 22
karat setinggi 9 centimeter dengan berat 2,5 kg, pada salah sudut kota. Arca
Kencana tersebut berupa sepasang patung wanita dan pria yang sedang bergandeng
tangan, yang diyakini oleh ahli arkeolog sebagai Dewa Siwa dan Dewi Parwati
serta merupakan peninggalan pada zaman Hindu Siwa.
SMA Negeri 7 Purworejo, Cahaya di Langit Purworejo
Sebelumnya maaf ya udah sembarangan posting di sini, aku cuma pingin orang lain tahu kalau Purworejo juga punya cahaya di langitnya. Ini karya Puji Lestari, temanku waktu SMA.
Tentang 29 :) *cahaya di langit dunia
1 Juni 2013 pukul
13:56
Purworejo, 01
Juni 2013
Seperti biasa
aku selalu terpesona, terkagum-kagum saat kakiku memasuki gerbang “sela
matangkep” SMA N 7 PURWOREJO , ini bukan yang pertama jelaslah tiga tahun sudah
aku menimba ilmu disini, mengukir kenangan di setiap sudutnya. Membekas selalu.
Tapi entah kali ini terasa beda sekali ketika aku tidak melihat putih abu-abu
disana, aku menemukan mereka dalam balutan hitam putih yang menggetarkan. Aku
tersadar.
Hari itu Jumat, 24 Mei
2013. Hari itu aku akan benar-benar terlepas dari sana, meninggalkan
jejak-jejak melankolis, canda, tawa, suasana nakal yang tak terlupakan. Tidak
aku tidak akan pernah lupa setiap detailnya, suasana hangat, nyaman, sakit,
haru dan semuanya pernah aku tulis di sini, mengisi lembar demi lembar buku
kehidupanku yang belum berhenti, belum habis. Dan kamu “SMA N 7 PURWOREJO” aku
bangga kamu ada diceritaku, bangga pernah memakai seragam kebanggaanmu, bangga
aku pernah menuntut ilmu bersama kamu, bangga setiap kali orang bertanya
“sekolah di mana?”
“SMA 7” dan sungguh
mereka menatapku terpesona menyebut namamu. Terimakasih SMA 7.
Aku tidak akan
pernah ada di sana tanpa Allah, terimakasih Tuhan Kau beri aku kesempatan untuk
menuntut ilmu di tempat mengagumkan itu, sungguh Engkau Maha segalanya. Aku
juga tak ada artinya tanpa kalian, Ayah Ibuku tercinta, terimakasih untuk
segalanya aku tidak bisa menyebutkan. Terimakasih untuk pengasuh asramaku yang selalu
membimbingku, memberi kesempatan sekolah gratis, sungguh anugrah tiada tara,
semoga masih bisa sekolah gratis ke depannya. AMIN.
Dan inilah
tujuanku menulis ini, saat ingatanku bergetar tentang 29 cahaya di SMA N 7
kelas ‘BAHASA’ , 29 cahaya yang aku mengukung dunia. Aku kagum dengan kalian,
aku bahagia dua tahun bersama kalian, aku banggaaa memiliki kawan luar biasa
kompak cerdas seperti kalian. Aku tidak akan menemukan manusia unik seperti
kalian lagi, di manapun.
Inilah kalian,,
Aftika Nur Khasanah
Haii af, ini dia si
gembul dengan pipi tembamnya :D ehh nggak nyangka af kita udah tiga taun
barengg mummuaahahha, gmana ya ngomongin kamu nih soalnya kita kan duduknya
dipisah benua kamu ddipojok :D si pendiem yang suka baca komik ehehe
Alfa khoiru Nisa
Ahaha ini alfa sama
aja soulmate nya aftika nih, tapi kalian gak punya hubungan lebih kan?*kabur*.
Hee alfa kita juga udah tiga tauun bareng sosweet banget deh, yang rajin ya
minjem komik conan sama novel” nya aku ngantrri -___-
Anggia Laras Tia
Ini manusia cuek
tingkat dewa? Kok telat lagi anggia bangun kesiangan apa macet :D pesen-pesen
dongg nggi jamu dietnya kok aku belum pernah nyicip wk, oya jangan lupa promosi
sabun cucinya wkwk, kita dua tahun bareng muahaa :D
Arief Hutomo Aji
Bingung kalau mau
ngomongin kamu aha, manusia palingg super deh kalau soal komputer-komputer
gitu, dialah IT andalan kelas kita, maaf ya Aha di kelas bahasa kamu diajaarin
gak bener sama anak” ini (yulie, weni,erni,indah*aku) mereka dewasa sebelum
waktunya wk
Sukses Aha kamu
cerdasss sekaliiih
Dian Rachmawati
Simpel saja yah dian
kamu keliatannya pendiem tapi ternyata pinterr , baik lagi J aku belum jadi
fotocopy buku catatanmu yan -__-
Dias Faturachman
Haii cool ? *nggak ada
erni kan ya* om dias makin kesana makin cool ajadeh gerr, bakalan kangen
sama suara maskulin nya om wkakaka, jadi antrolpolog om? Sukses ya jadi apapun
kamu.
Dwi Aprilia Iryanti
Kita sama-sama kecil
ya jdi kalau foto di depan sendiri :D apink yang dewasa dan baik hati.
Erni Fatmawati
Ini dia teman mesum
bersama wkwk si pemilik suara paling merdu di kelas yang sukanya galau muluuk
:D mesumnya udahan ernii wk
Farikha Hazlzuzia
Daneswara
Farikha, berhubung
kamu sebenarnya belum cukup umur masuk SMA jadi maaf ya sering di bully muluk
wk, cepet dewassa faa jangan nangis2 meluluu , cari pacar yang lebih dewasa
dari kamu kek *ups
Fida Musthafa
Sampai deh sama fida
yang paling centil, yang fotonya nempel dimana-mana*narsis, tapi gapapa pinter
nari ini :D
Fitrianna Lestari
Ingett yan anak kecil
yang namanya “ridwan” tunggu sampe besar lah ya, ini dia yang ngga di
sangka-sangka juara nem tertinggi UN . selamat mumumu cepet kasih undangan yah
wk, bakalan kangen ngajak bolos kamu sekolaaah -___-
Hanik Latifah
Hanikk, mesumnya tobat
dulu nik wkwk pacarannya di pending dulu. Ini loh pakar tidur dikelas tapi
pinter ngaji :D
Indah Maya Cornellya
Indaah, ketua ekspresi
yang gilaaa, bakalan kangen mesum bareng kamu ndah *ups, jangan lupa diet ya
wk, tak tunggu undanganya sama si yulie. AMIIIIN.
Kartika Dewantari
Mbak kartika yang
lemah lembut gemulai, putri solo kelas kita :D *sendikodawuh*
Khusnul khotimah
Salam bu Haji, si
paling alim di kelas kita yang selalu ngasih petuah menyejukkan hemm, semoga
jadi bu hajah beneran yah :D
Meriam Montes
Kalau ditanya siapa yg
bikin uang anak” kelas kita habis, ini dia pelakunya wkwk.. sukses ya montes si
chinois yang berjiwa bisnis luar biiasa, kecil2 pinter cari uangg :D
Misbakhul Qoyyum
Aaa ini abang miko
yang pinter wushu, sepak bola, voli, gitar -__- apasi yum yang kamu
nggabisa?mesumnya tobat bangg, Sukses ya kalau balik Palembang jangan lupa aku dibawa hehehe
Pawestri Nastiti
Westri, cewek kuat
galak dengan suara menggelegar yang sangaat berjiwa penolongg, pakar PMR
sekolah kitaa , semoga jiwa penolongmu sampai di akhir zamann amiin
Puji Lestari
*ini yang nulis* aku
minta maaf ya banyaak salaah sama kaliaan , makasih buat kebersamaanya muah
muah muaah
Ratna Isnadewi
Calon desainer kita
yang pendiem, sukses Nanaaa !
Sigit Apriyanto
Gatau deh kalau
ngomongin anak ini , ini mah kadang pinternya gak kira-kira haha, semoga jadi
pengusaha papercraft tersukses di duniaaa . AMIIN
Siti chasanah
Siti yang pendiem dan
baik hatii, sukses yaa sitii !
Sukma Aulia Sanfitri
Nahh sampai juga sama
si sukma yang alau ketawa gabisa distopp, hebooh sendirian, hati-hati sukma
jangan mesum lagi wkwk
Sushanti Dwi Haryati
Mba santi yang
terhormat, dia adalah cerminan sosok dengan golongan darah A yang pandai,
serius, perfeksionis,dewasa dan penuh tanggung jawab. Dia yang selalu datang
paling tepat waktu, dia yang selalu pulang terakhir, dia yang tak pernah lelah
mengingatkan kitaa. Makassih mbak santt
Tri Jampi S
Jampi, juara bertahan
kita dari selama sekelas bareng kitaa . Subhanallah. Kamu pinterr bannget jampii
sukses yaa
Widi Setiyani
Widiii, jangan cengeng
lagi ya kalau lagi di bully sama temen-temen sekelas haha, teriak yang keraaass
bisa teriiaak nggaak ?? hahaha tapi pinter voli ini :D
Yulie Ardiansyah
Halooo pak camat
terhormatt ! nggak nyangka kita udah tiga taaun yul , bareng susah seneng
*lapmata* langgeng ya wkakaka, mesum bareng, semuanya bareng2 lah yull , kecewa
bareng juga haha. Jangan lupa diet yul kalil aja 5 taun lagi kamu kayak lee min
hoo ! ohh, pesen saya mesumnya di ilangin bisa gawaatt wk
Yunita Ratna Wibawani
Inih dia teman susah
seneng, teman semeja, temen se tempat tiidur, tempat nonton bersama *ehh, kamu
SAHABATKUU :*
Makasih weni ku buat
semuanya*peluuk* , kamu sahabatku yg paling pinterr, paling topp, palingg
mesumm hehe, kangen minum es dengan 3 sedotan (aku,kamu,hanik), moga
persahabatan kita selamanyaa muahh
Zanuar Barep Prasetyo
Aku bangga kamu
“ZANUAR BAREP PRASETYO” ketua kelas kita selama dua tahun lamanyaa, penuh
tanggungjawab walaupun kalau udaah maraah badai deh -__-
Terimakasih jendral
sudah memimpin kami dua taun lamanyaa , makasiih.
Sifatmu yang kaku udah
terkontaminasi anak” golongan darah O, jadinya muncul deh aslinnya, tobbat
mesum deh haha.
Terkakhir, aku minta
maaf atas semua salahhku selama bareng kaliaan, yah namanya manusia banyak
salah haha, bener-bener minta maaf. Aku beruntung sekali bertemu kalian,
bertemu di “ARROUND THE WORLD” dan “ARROUND THE ETHNIC” persembahan luar biasa
kita. 5-10 taun lagi saat kita bertemu percayalah kawan seperti mimpi kitaa, kita
menjadi 29 cahaya di langit dunia, kita goncang dunia, kita XII BAHASA SMA N 7
PURWOREJO ! kita pemenang sejati ! jadi apapun kita nanti, setidaknya itu
suratan Tuhan setelah kita berjuang !! BAHASA MEMBAHANA MENDUNIA, C’EST SUPERR
! SALAM BUDAYA ! INDONESIA ! KITA BISAA
Senin, 29 Desember 2014
Berkarya sedikit apapun
KIDUNG ASMARADHANA
Aftika Nur Khasanah
Gemuruh di atas
langit bersahutan. Air turun dari langit, berlompatan di atas genteng rapuh
rumah gedheg. Gemericik air yang turun seakan berebut untuk merobohkan rumah
yang sudah doyong itu.
Sore itu, gerimis
masih bersemangat menyirami alam raya, menghijaukannya, meninggalkan jejak
basah pada muka sang tanah, menjadikannya becek. Dedaunan di pohon kelapa
melambai perlahan seakan ingin menunjukkan kebahagiaannya bermandikan air
hujan. Sorot lampu alam kuning kemerahan dari barat membuat dedaunan itu semakin
indah berkilauan.
Riuh anak - anak
bermain hujan di luar rumah pun menggema mengiringi kebahagiaan sang daun. Juga
sekumpulan kodok yang kemudian menggelar konser mereka di sawah.
Lek Tarman, pria 55
tahun itu termenung di balik jendela, raut mukanya mengisyaratkan kekecewaan.
Sebentar – sebentar kepalanya mendongak ke langit, memeriksa keadaan di atas
sana. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada jam kecil yang menempel di
dinding gedheknya. Sebentar lagi jam itu menunjukkan pukul empat sore, tapi
awan tebal berwarna abu – abu masih betah menggantung di angkasa. Begitupun hujan,
dengan pasukan panah air yang masih semangat menyerang.
“Bagaimana ini,
Pak, apa hari ini kita ndak tidak keluar lagi, Pak?” tanya Yu Sumini, istri Wak
Adul.
“Bagaimana lagi,
Mak, cuaca seperti ini juga pasti akan sepi, berdoa saja hujan cepat reda ya,
Mak.” jawab Lek Tarman pasrah.
Seminggu ini Lek
Tarman dan istrinya tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Hujan terus –
menerus membuat mereka sangat resah. Pekerjaan mereka yang hanya bakul cilik bergantung
pada cuaca, sebagai bakul gorengan peruntungan mereka tidak seberapa. Apalagi
bila hujan terus seperti ini, mungkin barang dagangan mereka hanya akan dimakan
sendiri.
“Nduk, sudah
selesai buat apa itu, cer cer, apa?” tanya Yu Sumini pada gadis semata
wayangnya.
Namanya Rara, gadis
kelas 3 SMA yang sederhana, bersahaja dan rajin. “Cerpen, Mak. Sebentar lagi,
tinggal menyempurnakannya, Mak.” jawab Rara tersenyum sambil membetulkan jilbab
merah jambunya. Sebentar lagi Rara akan mengikuti lomba tingkat nasional dalam
penulisan cerpen. Lumayan, beasiswa luar negeri menjadi hadiah utamanya.
Lek Tarman kembali
menatap langit, wajahnya semakin gelisah. “Ah, andai saja dulu aku ini orang
kaya, bisa sekolah tinggi. Mungkin nasibku ndak bakal begini.” batin Lek Tarman.
“Tapi, ini kan sudah suratan Gusti Allah to, pasti ini yang terbaik dari
Allah.” tolaknya kemudian. Renungannya saat ini sangat terasa, apalagi saat ia
melihat anak semata wayangnya telah beranjak besar.
“Pak, ini teh
angetnya diunjuk dulu, sambil menunggu hujan reda.”
“Oh iya, Bu,
terimakasih.” Lek Tarman tergeragap.
“Pak, ingat ndak
kudangan kita buat anak kita dulu? Dulu sering kita kudang – kudang biar bisa
jadi professor.” kenang Yu Sumini sambil menatap Rara yang sedang asyik
menulis.
“Iya, Mak. Dulu
waktu si Rara kecil sering Bapak nyanyikan tembang.” Lek Tarman menjawab.
“Masa to, Pak?
Bukannya Bapak itu ndak bisa nyanyi to Mak?” jawab Rara sambil mengerlingkan
mata meledek.
“Iya, Pak. Kan
Bapak ndak bisa nyanyi.” timpal Yu Sumini.
“Haha, iya Mak. Bapak
lupa kalau ndak bisa nyanyi. Hahaha ...”
“Pak, Mak, Rara
pingin kuliah, terus bisa sukses keliling dunia seperti teman – teman yang
lainnya.” ucap Rara lirih sambil mengamati wajah kedua orang tuanya, ia takut
membuat mereka sedih.
Lek Tarman dan Yu
Sumini terdiam cukup lama, hanya desah nafas mereka yang terdengar semakin
berat. Sungguh ingin rasanya Rara menarik kata – katanya, ia menyesal
melontarkan kata – kata itu. Seharusnya ia cukup sadar dengan keadaan
perekonomian keluarganya, bersyukur masih bisa menikmati nasi dengan lauk
seadanya dan berterimakasih masih diberi kesempatan untuk mencicipi bangku SMA.
Profesi orang tuanya yang hanya bakul gorengan pasti sangat berat, sangat
sulit. Harusnya Rara tak berhak menuntut, tapi dia juga punya mimpi sama
seperti teman sebayanya. Apa salah kalau dia juga ingin sukses seperti itu?
Tidak, tidak ada yang salah, hanya mungkin waktunya yang belum tepat.
“Rara …” Lek
Tarman memecah sepi yang cukup lama tercipta.
Perlahan Rara
mengangkat wajahnya, dipandanginya asal suara yang memanggilnya. Lek Tarman terdiam
lagi cukup lama, membuat Rara semakin menyesal. Ditatapnya wajah tirus keriput
dengan tubuh semakin kurus.
“Jika memang seperti itu inginmu, biarkan saja
Nduk itu terwujud …” Lek Tarman terdiam, dia palingkan wajahnya dari Rara.
“Nduk, Mamak tahu
kamu anak yang cerdas, anak kami yang paling hebat, Sayang. Kami yakin kamu pasti
bisa mencapai keinginanmu jangan takut, Nduk.” lanjut Yu Sumini. Bibirnya
bergetar, perlahan tapi jelas, ia menangis.
Rara tersenyum,
trenyuh hatinya. Betapa besar kasih sayang kedua orang tuanya, dia mengerti bahwa orang tuanya pun belum tahu apakah cita – cita anaknya dapat
terwujud atau tidak. Namun Lek Tarman dan Yu Sumini tidak ingin memupuskan
angan anak semata wayangnya. Terlalu dini untuk memupuskan angan yang belum
berkembang secara sempurna, yang mereka tahu sebagai orang dusun adalah agar
gadisnya yang mulai berkembang itu tetap semangat dan bahagia.
“Bapak, Mamak,
Rara janji akan buat kalian bangga sama Rara.” ucap Rara dalam hati.
Sepi tiba – tiba
menguap menguasai ruang tamu sederhana dalam rumah beralaskan tanah itu,
menjadikan dinginnya hujan memenuhi ruang tamu itu. Tak satu pun berniat
membuka suara, masing – masing terhanyut dalam khayalnya.
“Pak, Mak …” Rara
memecah keheningan.
“Ya Nduk.” jawab Lek
Tarman dan Yu Sumini bersamaan.
“Rara sayang
Bapak dan Mamak.”
Lek Tarman, Yu
Sumini dan Rara tersenyum, bersamaan dengan hujan yang reda.
“Mak, ayo
berangkat hujannya sudah reda.” ajak Lek Tarman pada Yu Sumini.
“Ayo, Pak. Nduk,
hati – hati di rumah ya. Semangat mengerjakan cer apa?”
“Cerpen, Mak.”
Di ujung senja
yang indah itu, di mana pelangi menyambut kepergian sepasang malaikat Rara berangkat
mencari nafkah selepas hujan reda. Jauh di belakang punggung mereka berdua,
Rara mengamati dalam – dalam. Dua orang setengah baya yang semangat mendorong
gerobak gorengan. Dalam hatinya, Rara
merasa bangga sekaligus beruntung memiliki orang tua seperti Lek Tarman dan Yu Sumini. Rara hanya bisa
berharap Allah akan segera mengabulkan impiannya untuk membanggakan kedua orang tuanya.
Sedangkan Lek
Tarman dan Yu Sumini mengiringi langkahnya dengan beribu doa. “Semoga
daganganku yang tak seberapa ini bisa laris, semoga aku bisa mewujudkan impian
anak semata wayangku, semoga. semoga dan semoga.” ucap Wak Adul dalam hati.
Semangat mereka
terpancar melalui senyum yang merekah, wajah yang bercahaya, berseri – seri.
Menantikan hari esok, saat sang gadis semata wayangnya menjadi orang sukses. “Ya
Allah, ijinkan kami memenuhi keinginan gadis kami, Ya Rabb.” batin Yu Sumini.
*******
Allah mungkin
tidak memberi yang kita inginkan
Tapi Allah Maha
Tahu apa yang kita butuhkan
Sebanding dengan
usaha kita
Maka itulah
jawabannya
Hasil dari proses
Keajaiban dari
penjumlahan usaha dan doa
Senyum Rara mengembang,
tertawa lepas. Airmata mengalir deras, tapi ia bukan menangis. Di tangan
kirinya sebuah piala besar bertengger dan di tangan kanannya ada sebuah tangan
yang selama ini rindu ia jabat. Ah, ia tak pernah meragukan usaha, tak pernah
sekalipun. Doa kedua orang
tuanya pun ia
jadikan semangat dan dorongan. Sekali lagi Rara merasa bangga memiliki orang tua seperti Lek Tarman dan Yu Sumini. Mereka terlalu
hebat untuk sekadar menjadi bakul gorengan.
“Selamat Nduk,
kamu berhasil membuktikan pada kami, kamu berhasil membanggakan kami Nduk.” Lek
Tarman dan Yu Sumini menyambut Rara di pelukannya.
“Terimakasih Pak,
Mak. Rara bangga sama kalian, Rara sayang kalian.”
“Ya, kepada Rara
sebagai juara pertama, dipersilahkan untuk memberi sambutan.”
“Terimakasih,
terimakasih pada Allah SWT yang telah menganugerahi saya kedua orang tua hebat, terimakasih pada kedua orang tua saya yang telah menjadikan saya bisa berada di sini,
terimakasih dan terimakasih.” Rara menangis.
*******
“Rara …”
Rara terkesiap,
terkejut. Rara membuka matanya, dipandangnya asal suara itu, lalu tersenyum.
“Mas Ardi, ada apa?”
“Kamu baik – baik
saja? Sebentar lagi seminar akan dimulai Sayang, kamu siap kan menginspirasi
untuk internasional?” ucap Ardi sambil tersenyum.
“Ah, iya. Pak,
Mak, hari ini akan kubuktikan pada dunia bahwa anak bakul gorengan bisa
mendunia, bahwa di Indonesia ada orang
tua hebat yang
sangat menginspirasi”
Hari ini Rara
akan mengisi seminar di Perancis, Eropa. Didampingi Ardi, suaminya, ia
melangkah anggun dengan jilbab lebar yang menghiasi kepalanya dan senyum merona
yang tersungging di wajahnya. Di hadapannya sebuah baliho besar bertuliskan
“BIENVENUE RARA” menyambutnya, di sisi lain baliho juga ada tulisan
“IRRASHAIMASAI”. Kebahagiaan membuncah di hati Rara, Perancis dan Jepang
sungguh mimpinya sewaktu SMA semakin dekat. Dua negara dengan nasionalisme
tinggi, mengagumkan.
Tit tit tilutit …
“Bonjol,
biangpenyu at prances”
“Ahaha, Bapak,
Mamak.”
“Kenapa ketawa Nang?
Apa kata – kata kami masih salah?” ucap Wak Adul di ujung sana.
“Yang benar,
bonjour, bienvenue at france, Pak.” ralat Ardi yang masih tertawa.
“Oh, iya itu
maksud Bapak. Sudah sampai Perancis Nang?”
“Sampun Pak, ini malah
sudah mau mulai.”
“Ya sudah, hati –
hati ya di negeri orang, jaga Rara jangan sampai pental lho”
“Inggih Mak.”
“Yowis, bon
corage yo, salam buat Raranya.”
“Nggih Mak.”
Tut tut tut …
Ardi tersenyum,
ia sadar mengapa Rara sangat membangga
-banggakan orang tuanya di hadapan Ardi. Karena mereka hebat.
Sangat hebat untuk ukuran bakul gorengan.
“And then she is
Mrs. Rara, give applause Profesor Rara from Indonesia, as a inspirational woman
in world.”
Senyum Ardi
semakin lebar, “Inikah anak bakul gorengan yang aku kenal? Sungguh lebih dari
cantik, sungguh mempesonanya gadisku ini. Gambaran nyata kehebatan orang tuanya.”
*****
Ardi masih saja tersenyum selepas acara
seminar Rara. “Mas Ardi, Rara llihat dari tadi Mas Ardi tersenyum terus, ada
yang salah sama Rara?” tanya Rara penasaran.
“Ah, tidak ada yang salah, Rara istriku. Hanya
aku merasa sangat bangga mempunyai istri sepertimu.” Ardi terdiam sejenak
sambil tersenyum lebih lebar. “Apa kau tak malu punya suami hanya wiraswasta
seperti aku? Sedangkan dirimu bergelar Profesor.” lanjut Ardi bimbang.
Rara tersenyum, sehingga Ardi menjadi bingung.
“Mas, seorang ibu harus memiliki pendidikan yang tinggi karena dia akan menjadi
madrasah pertama bagi anak - anaknya kelak. Itu alasan Rara mengejar pendidikan
setinggi mungkin. Dan untuk pekerjaan Mas Ardi, yang Rara tahu Allah telah
menentukan rezeki orang dengan jalan dan cara masing - masing. Selama itu halal
Rara akan menerimannya, Mas, apa yang salah dengan seorang wirausaha apalagi
dia bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.” tutur Rara dengan antusias.
Ardi hanya bisa tersenyum, “Aku tidak salah
mencari istri. Rara, istriku yang solekhah, cerdas, dan bijaksana.”
“Ah, Mas Ardi bisa saja.” merahlah wajah Rara.
“ Bu Profesor mau makan apa hari ini? Oh, nasi
putih dan kepiting rebus? Baik, kepiting rebusnya sudah berwarana kemerahan. “
sindir Ardi sambil mengerlingkan mata.
Langganan:
Postingan (Atom)
